Glitter Text @ Glitterfy.com

full name is NABILA NURIN NISA
female moeslem
alhamdulillah have dad, mom, one brother, and two sisters.
ILOVEMYFAMILY :*

school at SMA N 1 Cianjur
never attend school at TK R.A Mesjid Agung ---> SDN IBU DEWI6 Cianjur ---> SMP N 1 Cianjur .
i'm proud of them.

I like yellow since before school

I live in Ciharashas, village full of love.
I learned lesson of religion from my grandfather, my grandpa is the handsome man that I ever found,
because my grandpa has charismatic, has white skin, and look like young people, hehe.

emmmh, i have dramatic story about my love before.
and i hope it will not happen again.

I HOPE MY LIFE IS HAPPY FOREVER
amin YA ALLAH AMIN

Tuesday, March 1, 2011

Pria Lebih Suka Perempuan Tampil Alami




Pria Lebih Suka Perempuan Tampil Alami
IST
Ilustrasi

  Saat Anda merawat diri, pastikan apa pun yang dilakukan hanyalah untuk diri sendiri, baik untuk meningkatkan kepercayaan diri maupun sekadar memanjakan tubuh. Tak perlu pedulikan apa pikiran pria mengenai pilihan parfum atau cara Anda merawat kuku. Pria cenderung tak begitu peduli dengan hal "remeh-temeh" seperti ini. Yang terpenting, Anda percaya diri saat berhadapan dengan laki-laki.

Ky Henderson, Pemimpin Redaksi
ModernMan.com, menyatakan pandangannya mengenai pendapat pria soal perawatan tubuh wanita. Henderson yang juga pengasuh kolom kencan punya sejumlah saran yang layak Anda pertimbangkan. 
* Tak perlu ambil pusing dengan kuku Anda
Anda tak perlu memaksa diri 
manicure saat akan bertemu dengan pria idaman pada kencan pertama. Henderson mengatakan, selama kuku Anda masih normal, tidak mengalami masalah serius atau penyakit tertentu, pria takkan memedulikan bagaimana penampilan kuku Anda dengan mendetail. Kalaupun Anda ingin manicure, lakukan perawatan untuk diri sendiri, karena merasa lebih seksi atau percaya diri, misalnya, bukan karena ingin dilihat pria.
* Rambut tak harus sempurna
Kalaupun Anda menginginkan rambut yang tampil sempurna, pastikan keinginan itu hanyalah untuk mendorong rasa percaya diri Anda, bukan karena ingin tampil sempurna di mata pria. Karena, toh, pria tak melihat diri Anda hanya dari tampilan rambut luar saja. "Asalkan rambut beraroma harum, tak jadi soal apakah keriting atau lurus sekalipun," tutur Henderson. 
* Tak perlu make up berlebihan
Mengaplikasikan 
make up di seluruh bagian wajah rasanya berlebihan. Cukup gunakan eye liner dan lip gloss, atau mungkin tambahkan maskara. Atau tonjolkan saja bagian wajah Anda yang paling menarik dengan make up. Anda tak perlu memoles seluruh bagian wajah dengan riasan wajah yang tebal. Rupanya pria senang dengan wajah alami perempuan, sedikit tambahan make up boleh saja asal tak berlebihan.
* Merapikan alis memang perlu, tetapi bukan kewajiban
Memiliki alis yang rapi dan enak dipandang menjadi perhatian banyak perempuan. Tak heran jika perempuan rela berlama-lama mengaplikasikan pensil alis agar rambut alis terlihat sempurna. "Selama alis tidak terlihat menyeramkan, rasanya bentuk alis tak jadi soal," kata Henderson.
* Pilihan parfum bukan ukuran
Parfum menjadi senjata banyak orang untuk menjaga kepercayaan dirinya. Jika memang tujuannya untuk meningkatkan percaya diri, tak jadi soal. Namun, rasanya parfum bukan untuk memikat perhatian laki-laki karena, toh, mereka takkan bisa menciumnya jika tak berdekatan. Jadi, pilih saja parfum yang memang Anda sukai untuk meningkatkan 
mood,bukan untuk memancing rasa ingin tahu pria.
* Pria tak memerhatikan pori-pori Anda
Jika pun Anda merasa perlu 
facial untuk membersihkan komedo, lakukan perawatan wajah ini untuk memanjakan dan membersihkan diri, bukan semata untuk terlihat sempurna di mata laki-laki. Toh, laki-laki, atau pasangan kencan Anda, takkan memerhatikan secara detail berapa banyak komedo yang menempel di wajah Anda. 

Melihat wajah bersih dan cantik memang menyegarkan, baik bagi laki-laki maupun bagi diri sendiri. Namun, bukan lantas semua perawatan kecantikan wajah dan perawatan tubuh sepenuhnya ditujukan untuk menarik lawan jenis. Lakukanlah hanya untuk diri Anda yang berhak menikmatinya secara utuh.

No comments:

Post a Comment