ist
Ilustrasi ketombe
SEMUA warna busana disuka Wati kecuali hitam.Dia khawatir akan ada serbukserbuk atau serpihan putih yang jatuh dari kepala dan menempel di busana hitamnya. Ya, ketombe kerap mengganggu.
"Padahal saya sudah keramas setiap hari, tetapi ketombe tidak hilang-hilang juga. Walau ini tidak mengganggu fisik atau bikin sakit, tetapi kadang membuat tidak pede (percaya diri), masak cantik-cantik kok ketombean," kata perempuan berambut sepunggung ini sembari tertawa masam.
Dikatakan dokter spesialis kulit dan kelamin dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, H Ganda, ketombe merupakan salah satu masalah kulit kepala.
Biasanya, proses pergantian sel-sel pada kulit kepala terjadi secara perlahan-lahan dan tidak terlihat oleh mata. Proses pergantian tersebut terjadi setiap bulan. Jika proses ini menjadi lebih cepat, maka akan timbul gangguan pada kulit kepala yang kita sebut ketombe.
Penyebab ketombe macam-macam, ada faktor hormon yang merangsang kelenjar minyak, lingkungan di antaranya karena cuaca panas, hingga stress.
"Namun paling umum terjadi karena faktor bawaan, kelenjar hyperaktif dan merangsang kelenjar minyak sehingga menimbulkan sisik atau ketombe. Ini sifatnya kambuh-kambuhan," kata Ganda.
Soal sampoo atau kosmetik rambut lainnya yang dituding sebagai penyebab ketombe, menurutnya itu hanya pencetus dan menambah berat ketombe. Dengan kelenjar minyak yang banyak atau berlebihan ditambah faktor lain, membuat kulit kepala mudah lepas dan ketombe muncul lagi.
Ketombe, lanjutnya, juga disebabkan oleh jamur yang bernama Pityrosporum ovale (P ovale). Dan jamur ini, dalam keadaan normal terdapat pada kulit kepala semua orang, namun apabila sudah memiliki faktor bawaan maka pertumbuhan jamurnya tak terkendali.
"Parahnya, bila tidak segera ditanggulangi, ketombe memengaruhi rambut. Pertumbuhan rambut terganggu, salah satunya mengakibatkan kerontokan," tandasnya.
"Padahal saya sudah keramas setiap hari, tetapi ketombe tidak hilang-hilang juga. Walau ini tidak mengganggu fisik atau bikin sakit, tetapi kadang membuat tidak pede (percaya diri), masak cantik-cantik kok ketombean," kata perempuan berambut sepunggung ini sembari tertawa masam.
Dikatakan dokter spesialis kulit dan kelamin dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, H Ganda, ketombe merupakan salah satu masalah kulit kepala.
Biasanya, proses pergantian sel-sel pada kulit kepala terjadi secara perlahan-lahan dan tidak terlihat oleh mata. Proses pergantian tersebut terjadi setiap bulan. Jika proses ini menjadi lebih cepat, maka akan timbul gangguan pada kulit kepala yang kita sebut ketombe.
Penyebab ketombe macam-macam, ada faktor hormon yang merangsang kelenjar minyak, lingkungan di antaranya karena cuaca panas, hingga stress.
"Namun paling umum terjadi karena faktor bawaan, kelenjar hyperaktif dan merangsang kelenjar minyak sehingga menimbulkan sisik atau ketombe. Ini sifatnya kambuh-kambuhan," kata Ganda.
Soal sampoo atau kosmetik rambut lainnya yang dituding sebagai penyebab ketombe, menurutnya itu hanya pencetus dan menambah berat ketombe. Dengan kelenjar minyak yang banyak atau berlebihan ditambah faktor lain, membuat kulit kepala mudah lepas dan ketombe muncul lagi.
Ketombe, lanjutnya, juga disebabkan oleh jamur yang bernama Pityrosporum ovale (P ovale). Dan jamur ini, dalam keadaan normal terdapat pada kulit kepala semua orang, namun apabila sudah memiliki faktor bawaan maka pertumbuhan jamurnya tak terkendali.
"Parahnya, bila tidak segera ditanggulangi, ketombe memengaruhi rambut. Pertumbuhan rambut terganggu, salah satunya mengakibatkan kerontokan," tandasnya.
No comments:
Post a Comment